Deteksi Sangat Dini Kanker Payudara, Jawaban untuk Menghindar
Kompas on-line 21 Mei 2005 memberitakan, Madonna mengirim pesan dukungan kepada Kylie Minogue setelah mengetahui bahwa penyanyi asal Australia ini didiagnosis menderita kanker payudara.
Dalam situs resminya, Madonna menyampaikan pesannya :
"Aku tahu ia pasti akan memenangi peperangan ini melawan kanker payudara. Aku sangat sedih setelah mengetahui Kylie Minogue didiagnosis terkena kanker payudara. Aku bersyukur ia mengetahuinya lebih awal (sekaligus mengingatkan para wanita lainnya untuk selalu mengadakan cek tahunan untuk mengetahui secara dini penyakit tersebut)"
Khusus kaum wanita (walaupun ada penderita dari kaum pria), kanker payudara selalu menghantui sepanjang hidupnya di samping kanker rahim. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan lebih dari 1,2 juta orang akan terdiagnosis menderita kanker payudara pada tahun 2005.
The American Cancer Society memperkirakan 211.240 wanita di Amerika Serikat akan didiagnosis menderita kanker payudara invasive (stadium I-IV) tahun ini dan 40.140 orang akan meninggal karena penyakit ini. Sebanyak 3 persen kasus kematian wanita di Amerika disebabkan oleh kanker payudara.
Di Kanada tahun 2005 penderita kanker payudara diperkirakan mencapai 21.600 wanita dan 5.300 orang akan meninggal dunia, demikian sebuah laporan di Canadian Cancer Society. Sementara itu, Australian Institute of Health and Welfare melaporkan, satu dari sebelas wanita di Australia menderita kanker payudara sebelum usia 75 tahun. Pada tahun 2001 di Australia 11.791 wanita menderita kanker payudara dan 2.594 orang meninggal dunia karena penyakit tersebut.
Indonesia
Bagaimana di Indonesia ? Belum ada data statistik yang menggambarkan penderita kanker payudara di Indonesia.
Sebuah perhitungan ekstrapolasi statistik didasarkan pada data penderita kanker payudara di Amerika, Kanada, dan Australia yang terdapat di Website Imagints the Breast Health Resource menunjukkan angka prevalensi penderita kanker payudara di Indonesia sebesar 876.665. Kita tahu ada pembunuh yang siap setiap saat menerkam nyawa kita, khususnya kaum perempuan, tetapi kita tidak berbuat banyak untuk menghindarinya.
Sampai saat ini belum ditemukan penyebab timbulnya kanker payudara. Namun, faktor-faktor risiko tinggi munculnya penyakit ini antara lain wanita umur di atas 40 tahun yang tidak memiliki anak, wanita yang mempunyai anak pertama di atas usia 35 tahun, wanita yang mengalami menstruasi pada usia lebih dini, wanita yang mengalami menopause terlambat, wanita yang tidak menyusui, payudara yang mengalami trauma berulang kali, wanita yang mendapat obat hormonal dalam jangka waktu lama, dan wanita yang mempunyai sejarah keluarga penderita kanker payudara.
Dunia kedokteran belum dapat menemukan cara untuk mencegah timbulnya kanker payudara. Mereka berpendapat bahwa banyak nyawa dapat diselamatkan jika ada cara efektif untuk deteksi dini kanker payudara ini. Semakin dini diketahui keberadaan kanker payudara ini, semakin besar kemungkinan dapat disembuhkan dengan penanganan yang lebih tepat.
Sayangnya 50 persen penderita di Indonesia datang ke tempat pengobatan dalam kondisi stadium lanjut. Selama ini deteksi dini yang dianjurkan adalah pemeriksaan payudara sendiri (sadari) sejak usia 20 tahun dan pemeriksaan mamografi satu sampai dua kali pada usia 35 tahun hingga 49 tahun. Cara pemeriksaan ini berhasil jika kanker payudara itu memang sudah terjadi dengan ukuran tertentu.
Apa yang dapat dilakukan ?
Karena pencegahan kanker payudara belum dapat direalisasikan, usaha-usaha ke arah deteksi sangat dini terus dilakukan. Sebuah teknik dikembangkan di Amerika, dinamakan Digital Infrared Imaging atau Pencitraan Inframerah Digital (PID).
PID memungkinkan seorang wanita dimonitor kesehatan payudaranya untuk melihat proses prakanker yang terjadi. Bahkan, teknik PID diklaim dapat memberi peringatan delapan sampai sepuluh tahun sebelum sebuah tumor dapat dideteksi dengan metode lain.
Prinsip fisika PID
Setiap benda pada suatu temperatur memancarkan radiasi gelombang elektromagnet dari permukaannya.
Hukum Stefan-Boltzmann menyatakan hubungan antara energi yang diradiasikan dan temperatur benda, yaitu bahwa energi total yang dipancarkan oleh sebuah benda sebanding dengan luas permukaannya dan berbanding lurus dengan pangkat empat temperaturnya (dalam satuan derajat Kelvin).
Radiasi yang dipancarkan tersebut meliputi spektrum panjang gelombang yang lebar, tetapi intensitas terbesar ada pada panjang gelombang tertentu, tergantung temperatur benda tersebut (hukum pergeseran Wien). Pada temperatur sekitar temperatur badan manusia, intensitas maksimum terjadi pada panjang gelombang daerah sinar inframerah yang tidak kasatmata. Menggunakan kamera inframerah, peta suhu badan, khususnya pada payudara, dapat dicitrakan.
Lantas, apa hubungannya radiasi inframerah ini dengan kanker payudara ?
Aktivitas kimia dan aktivitas pembuluh darah di dalam jaringan prakanker dan di daerah sekitar kanker payudara yang sedang tumbuh selalu lebih tinggi daripada aktivitas di dalam jaringan normal.
Hal ini dapat dipahami karena kebutuhan nutrisi yang sangat meningkat, jaringan kanker meningkatkan sirkulasi ke sel-selnya dengan membuka pembuluh darah lebih lebar dan menciptakan pembuluh darah baru.
Proses ini mengakibatkan temperatur di daerah itu meningkat. PID menggunakan kamera inframerah ultrasensitif dan komputer mendeteksi, menganalisis, dan menghasilkan citra diagnostik beresolusi tinggi dari variasi temperatur tersebut.
PID sebagai penanda risiko kanker payudara
Citra hasil pemayaran (scanning) PID mungkin dapat menunjukkan berbagai abnormalitas payudara seperti mastitis, tumor, penyakit fibrocustic, dan kanker.
Sama uniknya dengan sidik jari, setiap pasien memiliki peta inframerah tertentu dari payudara. Terjadinya setiap perubahan pada peta inframerah yang diamati secara periodik, dalam periode bulanan atau tahunan, dapat memberikan tanda sebuah abnormalitas.
Pada pasien tanpa kanker, hasil pemeriksaan digunakan untuk menunjukkan derajat kemungkinan risiko kanker pada masa datang. Interval pemeriksaan untuk memonitor kesehatan payudara bergantung pada derajat risiko tersebut.
Hal ini memberikan kesempatan kepada pasien untuk secara proaktif melakukan sesuatu yang positif untuk menjaga kesehatan payudaranya, seperti memulai gaya gaya hidup anti-carcinogenic dan mengurangi sebanyak mungkin faktor penyebab risiko kanker.
Pada pasien yang dicurigai menderita kanker payudara, informasi dari hasil pemeriksaan digunakan untuk mengarahkan pemeriksaan lebih lanjut.
PID sebagai alat screening (seperti pap smear untuk kanker rahim) tidak memerlukan biaya operasional tinggi karena tanpa film, tanpa bahan kimia, dan tanpa radiasi sehingga dapat menjangkau masyarakat luas tanpa membebani keuangan mereka. Sepengetahuan penulis, alat ini belum ada di Indonesia, tetapi secara pasti dalam waktu yang tidak terlalu lama ada PID produk negara maju yang akan masuk ke Indonesia. Lantas, apakah kita hanya menunggu negara lain memasarkan produknya di Indonesia dan kita akan menjadi konsumen seperti biasanya ?
Sumber : Kompas

Cellfood - Liquid for Life
Jelly Gamat de Mujarab
Certified Organic Spirulina
Organic Plus
Guarana
Intact Colostrum
Cellfood Oxygen Gel
Tepung Mata Beras - Nature's Garden
Pupuk Organik superbioganik


