SISTEM BREAK : HUKUMAN BUKAN REWARD
July 13, 2007
Hampir di semua bisnis MLM dikenal sistem break (breakaway system). Jika Anda kini menjadi distributor MLM A dan meraih suatu posisi yang agak lumayan dengan bonus yang lumayan pula, sebutlah telah berbunyi jutaan, namun kemudian distributor yang tepat di bawah Anda juga meraih posisi yang sama, maka bonus Anda di masa-masa ke depan akan sama dengan NOL. Itulah sistem BREAK. Fairkah itu? Bukankah berarti Anda mendapat pinalti (hukuman) atas prestasi Anda membina jaringan (terutama distributor yang tepat di bawah Anda) sehingga distributor di bawah Anda peringkatnya naik terus? Bukankah Anda seharusnya mendapat reward atas prestasi kerja Anda?
Masalah tutup point yg terlalu gede juga menjadi sebab kegagalan sistem MLM. Ada member yg memaksakan tutup point setiap bulan diatas 1.5 juta rupiah tiap bulan, padahal barangnya juga gak habis dipake sendiri dan gak dijual lagi (sekalinya dijual di-kreditin lagi) yeah akhirnya gak kuat juga menahan pendarahan keuangan yg terus menerus.

hidrogen dan nutrisi yang dibutuhkan melalui penyerapan secara langsung oleh tubuh sampai pada sel-sel yang paling kecil dan langsung bekerja memenuhi kebutuhan oxygen dari setiap sel-sel yang ada. 



Posted in
"






totally synergi said:
setuju banget, kebanyakan perusahan MLM menggunakan sistem kompensasi yang breakaway . Bagi saya ini adalah amat tidak fair. Dalam sistem breakaway, jika Anda mengajak seorang bergabung, kemudian Anda bekerja sama dengannya, mengahbiskan waktu dan tenaga bersamanya, hingga kelak ia menjadi seorang leader, apa yang Anda dapat sebagai reward karena prestasi itu? Ada memang, tetapi bagi saya terlalu kecil, dan tak sesuai dengan apa yang kita korbankan. Rekan kerja Anda tersebut, jika telah menjadi leader, dianggap breakaway dari organisasi jaringan Anda. Breakaway berarti : apa yang diraih oleh rekan kerja Anda tersebut, tidak akan memberi efek apa-apa bagi organisasi jaringan Anda. Dengan kata lain, Anda malah mendapat hukuman / kerugian karena menghantarnya menjadi leader. Seharusnya, Anda tidak patut dirugikan karena menghantar seorang leader, Anda seharusnya malah mendapatkan kompensasi lebih! Saya beranggapan, bahwa program kompensasi macam itu tidak mendasari prinsip kerjanya pada prinsip kesuksesan tentang membantu orang lain.
Kedua, banyak perusahaan akan memberi bonus kepada Anda berdasarkan besarnya jaringan yang Anda miliki, namun dibatasi hingga kedalaman (level) tertentu. Sekali lagi, bagi saya ini hal yang tidak fair. Bagaimana jika seseorang di kedalaman 15 level dari Anda (di bawah level batas hak bonus Anda) suatu ketika membutuhkan bantuan Anda? Yang kemudian terjadi adalah penolakkan, karena secara logis, mereka tidak lagi memberi insentif apa-apa bagi organisasi jaringan Anda. Lagi, bagi saya, ini amat tidak benar dan tidak fair, karena jelas hal macam itu lahir tanpa didasari pada prinsip kesuksesan : menolong orang lain untuk sukses.
3 days after the fact.Change said:
Memang setiap perusahaan mempunyai kelebihan dan kekurangan System masing2, yang jelas di ATM kekurangan - kekurangan tersebut dihilangkan…
Intinya sistem MLM haruslah sesuai dengan konsep sebenarnya hanyalah sebagai Jaringan Pemakai/konsumen bukan jaringan member get member atau ajang mancari korban baru
Distributor hendaknya janganlah dibebankan pada hal-hal yang memberatkan sehingga akan menjadi bumerang bagi perusahaan itu sendiri.
Bukankah system MLM sudah memangkas beberapa rantai distribusi yang seharusnya bener-benar kembali ke para distributornya.
3 days after the fact.